PT Astra Agro Lestari (PT AAL) merupakan perusahahan yang bergerak di bidang perkebunan kelapa sawit dan menjalankan berbagai kegiatan usaha lainnya. Berdiri pada tahun 1988, perkebunan kelapa sawit milik PT AAL ini tersebar di pulau Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi dengan luas perkebunan 287.044 hektar.

PT AAL memiliki 41 anak perusahaan dengan luas perkebunan kelapa sawit sebesar 358.917 hektar, terdiri dari 56 konsesi perkebunan dan 32 unit pabrik kelapa sawit yang tersebar di 8 provinsi.

Analisis Genesis Bengkulu menunjukkan, adanya tumpang tindih antara 19 konsesi perkebunan dengan kawasan hutan dengan luas total 20.555,37 hektar. Secara lebih rinci, tumpang tindih 19 anak perusahaan PT AAL dengan kawasan hutan di Indonesia terjadi di beberapa fungsi kawasan hutan. Diantaranya tumpang tindih dengan hutan lindung seluas 2071,67 hektar, denganĀ  cagar alam seluas 52,94 hektar, hutan produksi tetap seluas 10.092,83 hektar, hutan produksi terbatas seluas 313,11 hektar, dan tumpang tindih dengan hutan produksi konversi dengan luas 8.024,82 hektar. Lokasinya berada di Provinsi Riau, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, Sulawesi Barat, dan Sulawesi Tengah.

Kemudian Genesis menghitung luas perkebunan kelapa sawit milik 19 anak perusahaan PT AAL yang berada dalam kawasan hutan pada tahun 2015 dan luas tambahan pada tahun 2023.

Berdasarkan analisis tersebut, Genesis menemukan bahwa pada tahun 2015 terdapat 14 anak perusahaan PT AAL yang menanam kelapa sawit seluas 4.352,99 hektar di kawasan hutan. Pada tahun 2023, terdapat 554 hektar penanaman tambahan yang teridentifikasi di 10 anak perusahaan PT AAL. Hanya kategori Hutan Produksi Konversi yang dapat dikonversi menjadi perkebunan jika semua izin terkait sudah tersedia. Selain itu, semua kegiatan perkebunan di dalam kawasan hutan merupakan tindakan ilegal, karena tidak dapat diubah menjadi penggunaan lahan lain.

Pada tahun 2023 analisis Genesis menunjukkan, 8 anak perusahaan PT AAL menanam kelapa sawit seluas 1100,06 hektar dalam kawasan hutan yang tidak diperbolehkan, yakni pada hutan lindung, hutan produksi terbatas dan hutan produksi tetap.

Lalu Genesis mengukur tutupan lahan terbuka di dalam kawasan hutan di wilayah konsesi 19 anak perusahaan PT AAL. Genesis menduga bahwa pembukaan lahan tersebut merupakan tindakan deforestasi yang dilakukan oleh perusahaan PT AAL atau dapat dikaitkan dengan pihak perusahaan, karena deforestasi tersebut terjadi di dalam kawasan hutan dan berbatasan dengan konsesi perkebunan perusahaan yang memiliki pola pembukaan lahan yang jelas untuk perkebunan sawit.

Berdasarkan analisis tersebut, Genesis menemukan deforestasi di 15 anak perusahaan perkebunan PT AAL dalam kawasan hutan dari tahun 2015 sampai 2023. Setelah dihitung, jumlah lahan terbuka disetiap tahunnya menghasilkan total deforestasi sebesar 12.970,30 hektar pada periode 2015 hingga 2023.

Berikut tabel luas lahan terbuka di dalam kawasan hutan di 15 konsesi anak perusahaan PT AAL dari tahun 2015 sampai 2023 dalam satuan hektar :